Minggu, 03 Februari 2013

Aparat Gadungan Cabuli Siswi SMP


Kelakuan Hendra (23), pemuda asal Perak Barat ini sungguh tak pantas ditiru. Pasalnya, anak seorang bintara polisi dinas di Polda Jatim ini tega memperdayai Melati (nama samaran) warga Jl Simo Pomahan Surabaya untuk dijadikan sarana pemuas nafsu bejatnya.
Ulah bejat Hendra berhasil diketahui setelah orang tua Melati mendapat cerita anaknya. Kasus ini langsung dilaporkan polisi. Unit Resmob Polrestabes tanpa kesulitan akhirnya berhasil mengamankan tersangka dari rumahnya
Kanit Resmob AKP Agung Pribadi, SH melalui Kasubbag Humas Polrestabes Kompol Suparti di Mapolrestabes, menjelaskan peristiwa bermula ketika tersangka yang kepada korban mengaku sebagai anggota Polda Jatim berpangkat Briptu, mengajak korban keluar untuk berkumpul-kumpul sama temannya di sebuah kafe di Jl Embong Malang, Surabaya.
“Rupanya, di kafe remang-remang itu, korban diajak minuman keras (miras). Dalam keadaan mabuk berat, korban dikerjai di dalam mobil sewaan tersangka ketika hendak diantar pulang,” tutur Suparti.
Suparti menambahkan, korban tak bisa melawan sebab dalam keadaan tak sadar karena mabuk berat. “Perlakuan tersangka diketahui ketika korban merasa sakit pada saat buang air kecil. Dari situlah korban akhirnya berterus terang pada orang tuanya tentang peristiwa yang menimpa dirinya,” lanjut Suparti.
Mendapati pengakuan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 9 (SMP), orang tua korban marah dan membawa perkara anaknya untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. “Dari laporan itu kami melakukan visum alat kelamin korban, dan ternyata hasilnya terdapat luka sobek pada vagina korban,” papar Suparti.
Kini atas tindakannya Hendra si polisi gadungan dijerat pasal 81 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, atau dimaksud telah melakukan persetubuhan dengan wanita yang belum dewasa. @rakhman_k

Bocah 11 Tahun di Inhu Diperkosa Ayah Angkat

Riauterkini -RENGAT- Bocah perempuan berusia 11 tahun pelajar kelas enam salah satu sekolah dasar di Airmolek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mengalami trauma mendalam setelah diperkosa ayah angkatnya. 

Perkosaan bocah perempuan berinisial NI (11) yang dilakukan ayah angkatnya berinisial BP (27) dilakukan dirumahnya pada 23 Desember 2012. Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo melalui Kapolsek Pasir Penyu, Kompol Kukuh Yulianto Widodo kepada wartawan Ahad (27/1/13) mengatakan, kasus pencabulan ini terungkap setelah korban menceritakan perbuatan biadab ayah angkatnya tersebut ke ibu angkatnya berinisial NA. Mendengar cerita tersebut, NA langsung melaporkan suami keduanya tersebut ke polisi. 

“Usai menerima laporan dari NA, polisi langsung mengamankan tersangka berinisial BP. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah menyetubuhi anak angkatnya tersebut,” ujarnya. 

Dijelaskan Kapolsek, pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap korban terjadi pada hari Minggu, 23 Desember 2012 silam, sekitar pukul 03.00 dini hari di rumahnya Kelurahan Airmolek I, Kecamatan Pasir Penyu. Saat itu tersangka masuk ke kamar korban yang tengah tertidur lelap. Sedangkan ibu angkatnya tidur di kamar berbeda. 

Pemerkosaan terhadap korban dilakukan tersangka dengan mengikat kedua tangan korban menggunakan kabel listrik yang telah disiapkan sebelumnya serta menutup mulut korban menggunakan lakban warna hitam. Tersangka akhirnya dapat dengan leluasa menyetubuhi bocah kecil yang sudah tersekap tersebut. Akibat perbuatan tersangka, kemaluan korban mengeluarkan darah dan mengalami rasa sakit. 

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka mengancam akan menyantet korban dan membunuh ibu angkatnya jika menceritakan perbuatan tersebut kepada orang lain. Namun karena tidak kuat menanggung beban dan dihantui trauma atas kejadian tersebut, korban akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada ibu angkatnya hingga kasus ini dapat terbongkar. 

“Tersangka sudah kita amankan di Mapolsek Pasir Penyu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban sudah dilakukan visum et repertum. Saat ini korban masih trauma atas kejadian yang dialaminya dan butuh pendampingan,” ungkapnya. 

" Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya. 

NI merupakan anak angkat NA bersama suami lamanya yang diasuh sejak kecil. Namun semenjak suaminya tersebut meninggal, NA menikah lagi secara siri dengan BP yang lebih muda darinya. Ternyata BP tidak hanya menikahi NA, tetapi juga merenggut keperawanan NI yang tinggal satu rumah dengannya. Jelasnya. 

Peristiwa pemerkosaan yang dilakukan ayah angkat terhadap anaknya itu membuat masyarakat Airmolek heboh. Masyarakat umumnya mengutuk perbuatan biadap tersangka dan minta polisi menjerat dengan hukuman berat. Bahkan minta tersangka dihukum mati. *** (guh)

pelajar SMP Diperkosa Dua Satpam Klinik

Kedua pelaku yakni, Wayan Agus Wicaksana (21), asal Madiun dan Abdul Rohman (31) asal Diwek, Jombang. Keduanya memperkosa korban di dalam mess satpam di klinik tersebut.

"Korban memang awalnya jalan-jalan sendirian dan kesasar. Akhirnya korban bertemu dengan tersangka Wayan dan diajak masuk ke kamarnya," kata Kasubbag Humas, Kompol Suparti, Jumat (1/2).

Wayan adalah pelaku yang menawari mengantar pulang Mawar. Dia berdalih saat itu jam kerja satpam hingga akhirnya korban mau diajak masuk ke kamar messnya. Wayan kemudian merayu dan mengancam korban.

Wayan akhirnya berhasil melampiaskan nafsu bejadnya pada korban. Namun, aksi cabulnya dipergoki Rohman yang langsung mendobrak pintu kamar. Ternyata Rohman malah ikut-ikutan meremas dada serta memegangi kaki korban

"Sempat marah atas perbuatan Wayan, tapi melihat tubuh korban akhirnya Rohman juga ikut memperkosa," tutur Suparti.

Puas melampiaskan nafsu bejadnya, kedua pelaku malah menelantarkan korban yang tidak tau arah jalan pulang. Sampai akhirnya, korban ditolong oleh orang lain dan berhasil pulang.

Orang tua korban awalnya gembira mendengar putri kesayangannya pulang. Namun, begitu mendengar cerita korban, mereka langsung marah dan melaporkan tindakan asusila tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Setelah memeriksa saksi dan memintakan visum atas korban, kedua pelaku akhirnya ditangkap dari tempat kerjanya oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. (aks)

KEKASIHKU PERGI DENGAN LELAKI SELINGKUHANYA

Sidoarjo - Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengolah nafsu dan emosinya. Seperti halnya Suroso warga Desa Panderejo, Kecamatan Kota, Banyuwangi ini. Pria 53 tahun ini pernah sakit hati ditinggal istrinya begitu saja. 

Tapi Suroso punya trik untuk menghindari berlaku kasar terhadap orang yang menyakitinya itu. Untuk melampiaskannya, dia memilih berkelana ke luar kota dengan menggunakan becak miliknya.

Siang ini, Suroso telah menempuh jarak dari Banyuwangi ke Porong, Sidoarjo. Namun, bukan berarti Suroso telah sampai ke tujuan. Suroso bersama becaknya yang ditempel spanduk 'Pariwisata osing tur Banyuwangi-Jakarta' saat ini terihat santai sabil membunyi-bunyikan alunan musik berbahasa osing dari tape recordernya.

"Saya mau ke Jakarta, pengen liat Monas," tutur Suroso saat beristirahat di bahu jalan Raya Porong Lama, Minggu (3/2/2013).

Saat ditanya siapa yang akan ditemui, Suroso hanya tersenyum. Sambil membenahi kaos putih tipisnya, Suroto bertutur bahwa dirinya tidak bermaksud menemui siapapun di Jakarta.

Suroso akhirnya menceritakan kisah hidupnya hingga ia nekat berkelana dari Banyuwangi-Jakarta dengan menggunakan becak. Dulu, belasan tahun yang lalu, ia pernah memiliki istri yang sangat dicintainya.


Meski tak secantik artis-artis perempuan yang sering mondar-mandir di layar kaca, Suroto merasa istrinya kala itu adalah manusia yang sangat mengerti keadaan dan sosok Suroto. Sayangnya, setelah 11 tahun berumah tangga, istrinya kepincut pria lain.

Suroto jujur, dirinya sempat dipenuhi emosi. Namun, bila dipikir kembali, Suroso tak ingin membalas dendam ataupun balik menyakiti orang yang menyakitinya. Sejak itulah, duda tanpa anak ini akhirnya memilih berkelana keluar kota.

Sejak awal tahun 2011, Suroto sudah mulai berkelana menggunakan becak. Rute pertama, Suroto bahkan menempuh rute Banyuwangi - Malang pergi-pulang selama 12 hari. Kemudian tak lama setelah itu, Suroto kembali menempuh rute Banyuwangi-Madura dalam waktu 20 hari.

"Saya juga pernah berkelana dari Banyuwangi-Jogja hanya dalam waktu 15 hari pergi-pulang," ceritanya.

Itu artinya, pengelanaan Suroto dari Banyuwangi-Jakarta kali ini adalah perjalanan keempatkalinya. Dia mengku sangat menikmati setiap perjalanannya. Setiap pukul 19.00 WIB, dia manfaatkan untuk beristirahat. Kemudian esok paginya, Suroto kembali melanjutkan perjalanan.

"Kadang menumpang tidur di polsek ataupun di masjid yang saya lewati selama perjalanan," tutur Suroto.

Seringkali Suroto kembali mengenang nasibnya. Sebagai pria renta yang hanya berprofesi sebagai tukang becak, dirinya merasa harus merelakan kepergian istrinya. Kehidupan tukang becak yang sangat terhimpit ekonominya diduga kuat menjadi alasan utama sang istri meninggalkannya.

"Saya menyadari, saya hanya tukang becak, kehidupan saya juga kurang layak. Maka itu saya harus rela istri saya ikut pria lain, kalau itu jalan yang terbaik," ungkap dia.

Secara kasat mata, Suroso terlihat lebih tua dari umurnya. Kulit yang membungkus tubuhnya telah menghitam dan keriput. Apalagi pria yang sendirian berkelana dari Banyuwangi-Jakarta ini hanya mengenakan kaos putih, celana kain pendek berwarna gelap dan sepasang sandal jepit.

Anak Diperkosa Ayah Kandung

Padang Sidempuan : Setelah bocah R, kasus pelecehan seksual pada anak yang dilakukan orangtua kandungnya terjadi lagi. Seorang ayah di Padang Sidempuan, Sumatera Utara tega memperkosa putrinya sendiri.

Sebanyak 6 kali sang anak harus menjadi objek pemuas nafsu bejat ayahnya. Gadis malang itu bahkan sempat diikat dan diancam dengan parang saat hendak melarikan diri.

Dengan terbata-bata, perempuan berusia 20 tahun ini menceritakan pemerkosaan yang dilakukan ayahnya sendiri kepada petugas Perlindungan Perempuan dan Anak di Mapolres Tapanuli Selatan.

Berdasarkan ceritanya, dia diperkosa saat ibunya tengah bekerja di ladang. Sejumlah barang bukti telah diserahkan gadis malang itu kepada polisi. 

Sang ayah yang sudah lanjut usia mengaku tega memperkosa anaknya karena istrinya tidak mampu lagi melayani kebutuhan biologisnya. Kini lelaki yang seharusnya menjadi pelindung keluarganya itu diancam hukuman 7 tahun penjara.(Ndy)

Apa itu terapi seks?


Jika Anda dan pasangan juga demikian, sebaiknya segera cari ahli terapi seks. Mencari bantuan dari profesional bukan hal baru. Meskipun awalnya terdengar sulit, namun itulah salah satu solusi yang harus dilakukan demi memanaskan kembali kehidupan seksual bersama pasangan.
Lantas apa sebenarnya tugas dari terapi seks dan bagaimana prosesnya? Simak penjelasannya seperti yang dilansir dari Health Me Up berikut ini.
Masalah yang ditanganiAhli terapi seks menerima segala macam masalah seksual. Misalnya orientasi seksual, identitas, gairah, pendidikan tentang anatomi tubuh bagian intim, sex toys, teknik seks, dan lain-lain. Beberapa orang yang mengalami masalah seks terkait dengan perubahan akibat sakit, kecelakaan, atau operasi juga bisa dikonsultasikan dengan ahli terapi seks.
Selain itu, profesional tidak semata-mata memberi pasien jalan keluar. Namun bersama-sama mencari solusi dan menemukan jalan keluar yang terbaik. Sehingga pasien tidak akan selamanya tergantung pada ahli terapi seks.
Banyak bicaraKetika berkonsultasi tentang masalah seks, Anda harus berani jujur pada sang ahli terapi. Bukan hanya itu, Anda juga sebaiknya jujur dan mau mendengar keluhan yang dirasakan pasangan. Berdasarkan cerita dari kedua belah pihak, nantinya ahli terapi seks akan berusaha membantu pasien untuk mencari solusi terbaik bagi masalah seksual yang dihadapi pasangan.
Hal penting lain yang sebaiknya diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli terapi seks adalah sabar. Sebab proses menuju kehidupan seks yang lebih baik memang butuh waktu. Jadi, apakah Anda dan pasangan merasa perlu berkonsultasi atau mampu mengatasi masalah seksual sendiri?

Main "Air Terjun Pengantin Phuket", Honor Tamara Bleszynski Naik Dua Kali Lipat?


Sukses film Air Terjun Pengantin(ATP) pada 2009 membuat bintang sinetron Anakku Terlahir Kembaliini balik lagi ke lokasi syuting untukAir Terjun Pengantin Phuket(ATPP). Untuk perannya sebagai Tiara, Tamara menjalani beberapa latihan fisik. Empat bulan terakhir, wanita berbibir sensual ini latihan muay thai 1,5 jam dengan frekuensi rapat.
“Thai boxing 1,5 jam, muay thai 1,5 jam. Kalau keduanya dikombinasikan, durasi bisa menyesuaikan. Itu mengeluarkan banyak kalori. Saya enggak membatasi makan telur atau daging. Ketika ATP, saya sempat membatasi konsumsi karbohidrat,” aku Tamara. Tamara siap ketika syuting dan puas dengan hasil pengambilan gambar dua minggu sejak akhir tahun lalu.
Sekuel ATP digagas November 2012. Masih dengan kru yang sama, dengan visi sama maka jadilah sekuel ini. Alasan diproduksinya ATPP menurutnya, jilid pertama sangat diminati. ATP ditonton 1,1 juta orang.
Kehebohan ATP tidak lepas dari penampilan Tamara dengan bikini two-piece warna pink di awal film dan pose seksinya di kapal dengan bikini hitam. Di usia kepala tiga, ia tetap menggoda. “Sebelum menerima job ini, saya berkonsultasi dengan keluarga. Adakah pihak-pihak yang tersinggung atau terluka jika saya tampil ‘lebih’ dari biasanya,” beber Tamara. Film ini semakin digunjing setelah beredar gosip, penampilan panas Tamara diganjar honor setengah miliar rupiah.
“Saya harus berjemur di pantai. Meski sudah pakai tabir surya, tetap saja kulit terbakar. Saya olahraga Senin sampai Jumat, boxing, renang, dan angkat beban. Saya konsultasi dengan ahli gizi demi menurunkan bobot. Kalau bayaran saya lebih besar, ya alhamdulillah dan sudah sepantasnya. Saya tidak mau membahas honor. Itu confidential,” elaknya saat diburu wartawan hiburan. Di luar aspek kualitas, ATP “diuntungkan” dengan munculnya sejumlah isu seputar kehidupan pribadi Tamara.
Di tengah peredaran ATP, foto-foto Tamara berbikini bertebaran di dunia maya. Belum lagi, foto-foto mesranya dengan Mike Lewis pada awal 2010. Saat itu Tamara memberi pernyataan, “Saya tak bisa mengendalikan perilaku orang. Kalau orang menyalahgunakan foto scene lalu beredar luas di internet itu di luar kuasa saya. Termasuk kabar foto-foto mesra saya bersama Mike.” Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah ATPP akan sepanas jilid terdahulu?
Aktris kelahiran 25 Desember ini belum bersedia menjawab. Ia memastikan semua yang terlibat dalam ATPP kru yang sama dengan ATP. Yang beda, tantangan, tuntutan cerita, serta formasi pemain. Konon, untuk kembali ke lokasi syuting, Tamara meminta Maxima Pictures memastikan Rizal Mantovani yang menyutradarai. Alasannya, Tamara-Rizal sudah memahami ritme kerja masing-masing. “Saya tidak mengatakan sutradara lain jelek. Akan lebih baik jika proyek kedua ini ditangani oleh orang yang sama. Kalau sepulang syuting kulit lebam, biru, dan memar itu sudah biasa. Film ini menekankan unsur aksi,” Tamara menukas.
Bila di ATP dia dikabarkan menerima honor setengah miliar rupiah, di ATPP ini honor Tamara konon naik dua kali lipat. “Ada, deh hehehe,” cetus Tamara sambil tersenyum penuh arti, seolah membenarkan honornya mengalami kenaikan signifikan.
Honor menurut Tamara bukan pertimbangan utama dirinya mau main di ATPP. “Seluruh tim di Air Terjun Pengantin juga terlibat di sini. Itu alasan saya mau main. Bertemu mereka, sudah kayak teman lama kumpul lagi,” ungkap Tamara, yang sempat belanja alat-alat boxing selama syuting di Thailand.
Saking antusiasnya berakting, Tamara mengeksekusi semua adegan sendirian. Tanpa bantuan stuntman. “Perkara nanti saya muncul dengan bikini two-piece lagi atau tidak, lihat saja nanti. Yang pasti ada pantai dan air terjun. Penekanan film ini pada aksi, bukan bikini,” katanya. Patut ditunggu penampilan Tamara di ATPP yang juga dibintangi Darius Sinathrya, Kimberly Ryder, Edward Akbar, Putri Una, dan Stefan William.